Pantun ialah salah satu hasil karya sastra yang tergolong puisi lama melayu. Munculnya pantun sudah erat hubungannya dengan budaya kita yang beragam, budaya Nusantara.



Berbagai hasil budaya Nusantara lainnya, pantun pun mengandung nilai kearifan lokal yang patut dicontoh dan jaga sebagai penerus generasi bangsa. Kegunaan pantun tidak hanya sebagai suatu media pergaulan seperti berkenalan, bercanda, mengungkapkan perasaan, bisa juga pantun adat yang mengajarkan suatu jati diri negara itu sendiri.

Berikut ini kami telah menjabarkan beberapa contoh pantun adat sesuai dengan tema pembahasan artikel kali ini :

Duduk antara kawan dan lawan
Nan terpijak betung sebelah
Mau berpijak kepada lawan
Di situ kata putuslah sudah

Anak teruna tiba di darat
Dari Makasar langsung ke
Deli Hidup di dunia biar beradat
Bahasa tidak dijual beli

Di hilir sarang penyengat
Di mudik sarang bentilau
Kami lupa-lupa ingat
Siapa gerangan gelar beliau

Menanam kelapa di pulau
Bukum Tinggi sedepa sudah berbuah
Adat bermula dengan hukum
Hukum bersandar di Kitabullah

Rama-rama si kumbang jati
Khatib Endah pulang berkuda
Patah tumbuh hilang berganti
Adat lama begitu juga

Suka memutus kata orang
Awal diingat akhir tidak
Jika benar disebut orang
Namun baginya tetap tidak

Menanam kelapa di pulau Bukum
Tinggi sedepa sudah berbuah
Adat bermula dengan hukum
Hukum bersandar di Kitabullah

Pakat bukan sembarang pukat
Pukat penjala ikan beledan
Bukan adat sembarang adat
Adat pusaka nenek moyang

Kuat rumah karena sendi
Rusak sendi rumah binasa
Kuat bangsa karena budi
Rusak budi bangsa binasa

Lebat daun bunga tanjung
Berbau harum bunga cempaka
Adat dijaga pusaka dijunjung
Baru terpelihara adat pusaka

Adat pusaka kalau tiba
Terpaksa kita turun tangan
Mencari hukum yang pertama
Duduk bicara dengan rundingan